Keraton Yogyakarta - Sejarah, Rute dan Tiket Masuk - Alvaro Transport

Keraton Yogyakarta - Sejarah, Rute dan Tiket Masuk - Alvaro Transport

Keraton Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan. Keraton Yogyakarta adalah Istana dari Kesultanan Ngayogyokarta Hadiningrat yang berlokasi di pusat Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keraton Yogyakarta juga merupakan tempat tinggal Sultan atau Raja Yogyakarta. Tidak hanya menjadi komplek Keraton yang menjadi tempat tinggal Sultan dan rumah tangga Istana, Keraton juga merupakan museum yang memiliki  berbagai koleksi seperti replika benda pusaka, kereta kuda, dan gamelan tradisional termasuk berbagai barang pemberian raja-raja Kerajaan Eropa.

 

Beristirahat Sejenak dari Kemodernan dengan Berkunjung ke Keraton Yogyakarta

Saat ini banyak sekali tempat wisata Jogja baru yang sedang nge-hits seperti wisata pantai di daerah Gunung Kidul. Walau banyak destinasi baru di Jogja yang sedang tren, objek wisata Keraton Yogyakarta tetap tak terkalahkan. Sekeren apa? Yuk, simak di sini.

Selain mudah dijangkau, objek wisata ini sangat kental dengan budaya “Jogja” nya. Dari sini, kamu akan merasakan pengalaman belajar kebudayaan Jawa yang sangat menyenangkan. Enggak ada hapalan, apalagi harus baca buku bahasa daerah segepok. Yang kamu lakukan hanyalah menyaksikan langsung bahkan terlibat dengan aktivitas ala bangsawan Yogyakarta ini.

Penasaran kegiatan apa saja yang bisa kamu amati dan ikuti? Lalu tahukah kamu tentang misteri Keraton Yogyakarta? Penasaran kan? Makanya simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Singkat Keraton Yogyakarta

Saat belajar sejarah kamu pasti pernah mendengar Kerajaan Mataram Islam bukan? Kerajaan yang pernah dipimpin oleh Sultan Agung ini tercerai berai akibat politik adu domba VOC. Alhasil lahirlah Perjanjian Giyanti tahun 1755 dimana wilayah kerajaan dibagi menjadi 2. Satu bagian dikuasai Pangeran Pakubuwana III, yang sekarang menjadi Kota Solo. Dan satunya dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwana (HB) I.

Pada saat akan menentukan lokasi untuk kerajaannya, Sultan HB I sempat berdiam diri di suatu mata air bernama Umbul Pacethokan. Lokasinya terletak di tengah hutan beringin. Ternyata tempat tersebut merupakan sebuah pesanggrahan atau tempat istirahat. Tempat tersebut digunakan untuk istirahat iring iringan pembawa jenazah raja raja yang akan dimakamkan di Imogiri.

Karena merasa cocok dengan tempat itu, akhirnya dipilihlah lokasi tersebut untuk jadi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1755. Pemilihan tersebut juga dibarengi dengan diproklamirkan berdirinya Kesultanan Jogja tanggal 13 Maret 1755.

Pembangunan Keraton memakan waktu sekitar satu tahun. Dan rancangan seluruh bangunan dibuat dan ditentukan Sultan HB I sendiri. Akhirnya tahun 1756, keluarga Keraton Jogja resmi menempati Keraton Yogyakarta.

Bagian Bagian Keraton

Membicarakan seluruh bagian Keraton sama halnya membicarakan satu kota Jogja karena banyak sekali jumlahnya. Oleh karena itu, kita akan singgung bagian bagian utama Keraton saja yang biasanya jadi tempat rujukan para turis seperti berikut ini.

Alun Alun Lor

Ini adalah pintu masuk yang akan kamu temui setelah melewati gapura besar Keraton. Dulunya, lapangan rumput ini digunakan untuk penyerahan jadwal jaga prajurit kerajaan. Namun sekarang, ia hanya difungsikan sebagai halaman biasa.

Masjid Gedhe Kauman

Begitu kamu masuk objek wisata ini, kamu akan disambut dengan lapangan yang sangat luas bernama alun alun lor. Di sebelah baratnya, terdapat Masjid Raya Kesultanan Yogyakarta atau juga sering disebut Masjid Gedhe Kauman.

Masjid yang dibangun oleh Sultan HB I tahun 1733 sangat kaya akan unsur tradisional Jawa daripada nuansa Arab. Di tempat inilah Sultan HB I melakukan semua ritual ibadahnya. Sampai sekarang, masjid ini juga masih difungsikan untuk beberapa upacara tradisional seperti Upacara Grebeg dan Sekatenan.

Pada upacara Grebeg, masjid ini digunakan untuk memberi doa pada Gunungan (hasil bumi) yang akan dibagikan pada masyarakat. Dan saat upacara Sekatenan, salah satu bagian di masjid ini digunakan untuk tempat gamelan.

Siti Hinggil Lor

Ini adalah suatu tempat di wisata Keraton Yogyakarta yang digunakan untuk upacara upacara penting keluarga Keraton Jogja seperti pernikahan agung atau upacara naik tahta.

Siti Hinggil Lor ini memiliki 5 bagian yaitu:

  • Bangsal Manguntur Tangkil: Tempat duduk Sultan saat ada acara resmi kenegaraan
  • Bangsal Witono: Tempat peletakan pusaka Keraton Yogyakarta
  • Bangsal Tarub Agung: Tempat para bangsawan transit sembari menunggu semua rombongan yang dibawanya memasuki Keraton.
  • Bangsal Pacikeren: Tempat para abdi dalem Mertolulut. Ini adalah petugas yang bertindak sebagai algojo pengeksekusi hukuman kerajaan.
  • Bangsal Kori: Tempat para abdi dalem Kori.

Kedhaton

Di wisata Keraton Yogyakarta terdapat ruang utama bernama Kedhaton. Di sinilah, Sultan dan keluarga Keraton Jogja tinggal. Sultan menempati bagian kompleks Keraton Kilen dan beliau berkantor di bagian Gedhong Jene.

Untuk beribadah sehari hari, Sultan jarang pergi ke Masjid Kauman karena sudah ada masjid khusus Sultan dan keluarganya di Kompleks Panapen. Lalu untuk para putri sultan, mereka ditempatkan di bagian Keputren. Dulu, tempat ini juga diperuntukkan untuk para istri atau selir Raja. Sedangkan untuk putra raja, mereka menempati bagian Kesatriyan.

Bila keluarga Keraton Jogja mengadakan pertemuan keluarga khusus atau ada upacara kenegaraan, mereka akan menggunakan Bangsal Kencono yang terletak di pelataran Kedhaton.

Bergeser sedikit ke sebelah barat Bangsal Kencono, kamu akan melihat sebuah ruangan tempat menyimpan barang barang berharga milik kerajaan seperti pusaka Keraton Yogyakarta beserta lambang lambangnya.

Dan ketika Suro (tanggal 1 Muharram) tiba, pusaka Keraton Jogja akan dipindahkan ke Bangsal Manis untuk dibersihkan. Kalau kamu penasaran ingin melihat barang barang milik kerajaan tapi tidak bisa datang ketika Suro, jangan khawatir. Kamu bisa mengunjungi Gedhong Kaca. Di museum Sultan HB IX ini, kamu bisa sepuasnya melihat barang barang kesultanan dari dekat.

Ketika mengunjungi Bangsal Kencono, kalau beruntung kamu akan melihat ada beberapa orang yang sedang berlatih tari di sisi bangunan ini. Tempat tersebut disebut Tratag Bangsal Kencono. Sayangnya, tak semua tempat di Kedhaton bisa dimasuki oleh umum, khususnya Bangsal Kencono dan sisi baratnya, seperti misal Keputren, kompleks Keraton Kilen, dan Penapen.

Sri Manganti

Bagi kamu yang suka akan kesenian Jawa, atau sesuatu yang berbau musik, jangan lupa mampir ke bagian wisata Keraton Yogyakarta, Sri Manganti. Di sini semua koleksi gamelan istana disimpan. Dulu bagian ini digunakan untuk menerima tamu agung Sultan. Namun sekarang, tempat ini digunakan untuk ruang gamelan sekaligus ruang pameran wisata Keraton.

Alun Alun Kidul

Nah ini nih tempat wisata di sekitar Malioboro yang terkenal banget. Sebetulnya ini sih hanya lapangan terbuka yang ada di belakang Kesultanan saja. Namun yang bikin menarik itu kegiatannya. Biasanya sih orang orang suka berkumpul di sini pada waktu malam hari. Sambil menikmati nikmatnya menu angkringan, para pengunjung juga bisa seru seruan naik becak hias keliling alun alun.

Ngomongin hal yang seru, ada lagi nih yang enggak kalah seru dan unik. Ini ada kaitannya dengan misteri Keraton Yogyakarta. Di alun alun ini, terdapat dua pohon beringin yang besar dan tua. Di tengah tengahnya, sering orang orang melakukan upacara Masangin. Ini adalah ritual dimana orang tersebut harus berjalan lurus melewati dua beringin kembar itu dengan mata tertutup.

Kalau berhasil, diyakini keinginannya akan terkabul. Duh yang namanya mitos ya antara pasti dan enggak pasti ya. Tapi yang pasti, ada kegiatan lain yang asyik dikuti di alun alun kidul ini. Misalnya melihat latihan memanah dengan duduk bersila atau melihat ketangkasan berkuda.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan

Mengunjungi wisata Keraton Yogyakarta tak sekedar menengok tempat tinggal keluarga Keraton Jogja saja. Kamu juga bisa menikmati berbagai pagelaran yang berbeda beda setiap harinya. Setelah masuk, kamu akan disambut oleh para Abdi Dalem. Ini adalah nama profesi orang orang yang mengurusi Keraton. Mereka terdiri dari laki laki dan perempuan, tua maupun muda.

Yang menarik, walau mengerjakan pekerjaan sehari hari, mereka tetap mengenakan pakaian tradisional Jawa. Untuk yang wanita, mereka menggunakan kemben dan slayer khusus.

Disambut dengan sikap sopan, ditambah tutur kata halus dan ramah, kita sungguh dibuat bagai ketemu keluarga sendiri. Nah, sembari melihat bangunan, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan seni yang digelar di Bangsal Sri Manganti sebagai berikut:

Pertunjukan Musik Gamelan

Untuk mengenalkan dan mendekatkan budaya Jawa ke pengunjung, pihak wisata Keraton Yogyakarta mengadakan pertunjukan seni yang berbeda beda tiap harinya. Di hari Senin dan Selasa, kamu bisa menikmati seni karawitan yang dimulai mulai pukul 10.00 WIB. Lokasinya berada di Bangsal Sri Manganti yang terletak di bagian belakang keraton.

Tidak dipungut biaya sama sekali untuk menikmatinya. Pertunjukan musik selama 2 jam ini juga dihiasi dengan suara Sinden (penyanyi jawa wanita) yang merdu. Cocok buat kamu pecinta musik tradisional.

Pertunjukan Wayang Golek Menak

Di hari Rabu, kamu akan disuguhi pertunjukan Wayang Golek Menak di bangsal yang sama. Acara yang dimulai jam 10 pagi dan berakhir jam 12 siang ini tak hanya menghadirkan wayang golek Yogyakarta saja, tapi juga koleksi wayang golek seluruh Pulau Jawa.

Pertunjukan Tari Tradisional Jawa

Yang suka menari angkat tangannya! Kayaknya kamu perlu berkunjung ke tempat ini setiap hari Kamis pukul 10.00 WIB deh. Karena hari tersebut adalah jadwal pertunjukan tari tradisional Yogyakarta yang bernama Joged Mataram.

Kamu bisa menikmati indahnya gerakan gemulai sang penari, dan juga keindahan musik pengiring yang “Jogja” banget. Tariannya menceritakan kisah yang berbeda beda, namun rata rata tentang cerita tradisional Jawa seperti misal kisah Ramayana.

Macapat

Untuk hari Jumat adalah jadwal dari pertunjukan Macapat. Apa sih itu? Macapat itu sejenis puisi tradisional Jawa. Yah bosen dong?! Nggak bakal, karena puisi tersebut dicampur dengan irama dan diiringi dengan musik yang indah.

Bisa dibilang, kesenian macapat ini sudah sangat jarang sekali. Selain hampir terlindas oleh zaman, teknik macapat juga agak sulit untuk kaum muda milenial. Jadi mereka milih nyari spot foto deh daripada belajar tembang macapat.

Jadi beruntung banget kalau kamu bisa menikmati keindahan macapat di sini. Oya, di hari Jumat, pertunjukan seni ini dimulai lebih awal, yaitu jam 9 pagi dan berakhir lebih awal pula karena adanya ibadah solat Jumat untuk kalangan Keraton.

Pertunjukan Wayang Kulit

Di hari Sabtu, pihak kesultanan Jogja menghadirkan pertunjukan wayang kulit. Kalau biasanya wayang kulit diadakan malam, ini pagi kok. Tepatnya mulai pukul 09.30 WIB

Pertunjukan Wayang Orang

Kalau udah puas menikmati wayang kulit, lanjut dong ke wayang orang. Pertunjukan ini bisa kamu saksikan tiap hari Minggu mulai pukul 09.30 WIB. Dijamin enggak bakal bosen, karena cerita yang disajikan kadang diselipi humor kocak. Belum lagi gerakan lincah nan luwes dari pemainnya, mungkin kamu malah nagih mau nonton lagi.

Latihan Memanah

Pengen ngerasain pengalaman memanah yang berbeda? Datang saja ke wisata Keraton Yogyakarta ini. Kamu bisa ikut latihan memanah sambil duduk bersila, plus pakai baju adat Keraton.

Dan tenang, kamu enggak sendirian kok. Pesertanya banyak dan ada bule bule juga. Nanti peserta akan dibagi tiap gelombang biar belajar memanah efektif.

Kegiatan ini sih tidak dipungut biaya, hanya saja wajib ijin sama Abdi Dalem yang bertugas mengajari memanah. Jadi bikin janji dulu gitu. Biasanya kegiatan ini dilakukan hari Selasa Sore di kompleks Keraton.

Cara Menuju Ke Keraton Yogyakarta

Destinasi piknik ini tepat berada di pusat kota Yogyakarta. Kalau dari Malioboro Yogyakarta, kamu cuma butuh 7 menit kalau naik kendaraan. Kalau jalan, ya sekitar 18 menit. Namun jika kamu ingin menggunakan kendaraan umum atau pribadi, berikut ini beberapa rute yang bisa kamu pilih untuk pergi kesana:

Kendaraan Pribadi

Jika kamu berangkat dari Semarang, ini rute yang bisa kamu ambil: Semarang – Ungaran – Ambarawa – Pringsurat – Magelang – Jogja (Monumen Jogja Kembali).

Dari titik ini, kamu lurus saja menyusuri Jl. Magelang – Jl. Letjen Suprapto – Jogja National Museum lalu belok kiri menuju Jl Ahmad Dahlan. Sesampainya di Taman Pintar, kamu ambil jalur menuju Museum Sono Budoyo dan kamu akan sudah sampai di alun alun Jogja.

Bus

Bila kamu naik kendaraan umum seperti bus dari Semarang, kamu tinggal turun di Stasiun Jombor. Dari sini, kamu bisa naik bus Trans Jogja koridor 1A, 1B, 2A, 2B, atau 3A dan turun di Kantor Pos Besar.

Dari situ kamu tinggal jalan lurus sepanjang 650 meter ke Jalan Pangurakan Jogja. Kamu langsung akan menemui alun alun utara yang merupakan pintu masuk Keraton.

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Wisata Keraton Yogyakarta buka tiap hari kecuali hari besar Agama Islam mulai pukul 09.00 WIB – 14.00 WIB.  Untuk biaya masuknya sangat murah yaitu Rp5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp15.000 untuk wisatawan asing. Bila membawa kamera, akan dikenakan biaya Rp1.000/perangkat.

Tiket tersebut sudah termasuk menikmati pertunjukan seni dari pihak Keraton. Untuk jasa guide sebenarnya sudah termasuk fasilitas objek ini, tapi masih diperbolehkan bila mau memberi tip.

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum kamu mengunjungi tempat tinggal keluarga Keraton Jogja ini, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di antaranya:

  • Ketika memasuki area Keraton/kesultanan, lepaslah topi atau penutup kepala (kecuali jilbab). Jika tidak, kamu akan ditegur oleh Abdi Dalem setempat karena dinilai tak menghormati keluarga kesultanan
  • Sebaiknya datang lebih cepat bila ingin melihat pertunjukan seni. Karena tempat duduk terbatas dan tidak ada sistem reservasi.
  • Jangan mau ditawari guide dari luar yang mengaku Abdi Dalem. Karena guide biasanya berasal dari lingkungan Keraton.

Nah itu tadi info seputar wisata Keraton Yogyakarta.